KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
106. Adrianus II (867-872)
Adrianus lahir di Roma. Terpilih menjadi paus pada 14 Desember 867. Sebelum terjun dalam kehidupan gerejawi, ia menikah dan menjadi ayah dua putrid. Ia sudah berusia 80 tahun ketika terpilih menjadi paus dan setelah dua kali menolak pencalonan atas dirinya. Secara terpaksa, akhirnya ia menerima. Ia adalah paus yang sangat aktif. Ia mengadakan sebuah konsili di Konstantinopel (869) dimana Patriark Photius dikucilkan dan diekskomunikasi. Konsili itu mengatur bahwa pauspun dapat diadili oleh para uskup dan dikucilakn apabila doktrin-doktrinnya yang menyesatkan. Demi memelihara kebenaran moral, ia juga ikut campur tangan terhadap Louis II, mengingatkannya akan tanggung jawab dan tugas-tugas keluarganya, yaitu memaksanya untuk melepaskan selingkuhannya, Waldrada dan kembali ke istrinya yang sah, Theutberga yang telah diceraikan. Ia memahkotai Alfred Agung sebagai Raja Inggris (Raja Inggris pertama yang diberkati oleh Roma). Ia berusaha mendamaikan perselisihan yang hebat antara orang-orang Kristen Roma, terutama yang ambisi terhadap kekuasaan Kepausan. Ia berhasil menyelenggarakan Konsili Ekumene VIII. Suatu tindakan berdarah yang mengerikan telah melumpuhkan kekuasaannya serta usia tuanya. Eleutherius, seorang kerabat dari Anastasius, paus tandingan yang telah dipulihkan oleh Paus Benediktus III, menculik putrid paus lalu membunuh ibunya. Adrianus tidak bisa membiarkan begitu saja kekejaman ini, meskipun karakternya lembut dan sabar. Ia meminta bantuan kaisar demi Kepausan dan Eleutherius dibunuh, sementara itu Anastasius diekskomunikasi dan dibawa ke pembuangan. Adrianus wafat pada 14 Desember 872.
|